KABARWARTA.ID - Pemerintah Indonesia tengah mengkaji penerapan kebijakan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah masa Lebaran 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata dalam melakukan penghematan energi nasional, khususnya pada sektor bahan bakar minyak (BBM).
Kebijakan ini muncul sebagai respons terhadap kondisi pasar minyak global yang sedang bergejolak. Lonjakan harga minyak dunia tersebut dipicu oleh meningkatnya ketegangan konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berdampak pada stabilitas pasokan energi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebutkan bahwa skema bekerja dari rumah untuk para abdi negara ini rencananya akan diberlakukan selama satu hari dalam sepekan. Selain menyasar instansi pemerintah, pihak swasta juga diimbau untuk mempertimbangkan penerapan pola kerja serupa bagi para karyawannya.
"(Aturan) WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan. Untuk ASN maupun imbauan untuk swasta. Tetapi bukan yang bekerja di sektor pelayanan publik," ujar Airlangga Hartarto dilansir dari Antara.
Guna memastikan kebijakan ini berjalan optimal, koordinasi lintas sektoral akan segera dilakukan. Airlangga menyatakan pihaknya bakal menjalin komunikasi intensif dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri dalam waktu dekat.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pandangannya mengenai dampak ekonomi dari kebijakan ini. Menurutnya, pengurangan mobilitas pekerja ke kantor memiliki potensi besar dalam menekan angka konsumsi bahan bakar secara signifikan di tingkat nasional.
"Ada hitungan kasar sekali. Bukan saya yang hitung. Mereka hitung (hemat BBM saat WFA) kalau kasar lah sehari, lupa saya. Tapi seperlimanya kira-kira 20 persen saya bilang," ujar Purbaya Yudhi Sadewa.
Purbaya juga menambahkan bahwa manfaat dari kebijakan ini tidak hanya terbatas pada efisiensi energi semata. Pola kerja fleksibel ini diyakini dapat menstimulasi geliat ekonomi di sektor lain, terutama industri pariwisata domestik yang melibatkan aktivitas di sekitar lingkungan tempat tinggal.
"Jadi saya pikir tiga hari tuh lumayan tuh. Banyak aktivitas di rumah dan mungkin turisme juga," pungkas Purbaya Yudhi Sadewa.