KABARWARTA.ID - Kabar duka menyelimuti Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) menyusul meninggalnya salah satu anak harimau Benggala yang baru lahir. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, turun tangan untuk memberikan penjelasan resmi mengenai tragedi satwa tersebut.
Farhan memastikan bahwa pihaknya telah menerima laporan lengkap mengenai kematian anakan harimau bernama Hara tersebut. Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa tragedi ini memiliki akar penyebab yang spesifik terkait aspek biologis.
Fakta mengejutkan terungkap bahwa Hara dan saudaranya, Huru, ternyata telah terinfeksi virus sejak mereka dilahirkan. Kelahiran kedua anak harimau Benggala ini tercatat terjadi pada tanggal 12 April 2025.
Saat dijumpai media di Terminal Leuwipanjang, Wali Kota Farhan memberikan keterangan detail mengenai kondisi kedua satwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa virus yang menyerang Hara merupakan penyakit yang khas bagi keluarga kucing besar.
"Jadi begini, induknya menjadi carrier virus. Ini virus khas keluarga kucing besar, keduanya sudah terinfeksi sejak lahir," ujar Muhammad Farhan.
Lebih lanjut, Farhan mengonfirmasi bahwa infeksi virus tersebut sudah terjadi sejak kedua anak harimau itu menetas ke dunia. Hal ini menjadi faktor krusial dalam kondisi kesehatan mereka sejak awal.
Wali Kota juga memberikan pembaruan mengenai kondisi saudara kandung Hara, yaitu Huru, yang masih berjuang untuk bertahan hidup. Upaya penyelamatan terus dilakukan oleh tim terkait.
"Yang satu tidak terselamatkan, yang satu sedang kita upayakan," kata Muhammad Farhan saat memberikan keterangan pada hari Rabu, 25 Maret 2026.
Pernyataan resmi dari orang nomor satu di Kota Bandung ini diharapkan dapat mengakhiri spekulasi publik terkait penyebab pasti kematian satwa langka tersebut di penangkaran.