KABARWARTA.ID - Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), telah mengambil keputusan penting terkait kebijakan tarif listrik di Tanah Air. Keputusan ini memastikan bahwa tarif listrik tidak akan mengalami penyesuaian atau kenaikan sepanjang kuartal kedua tahun 2026 mendatang.

Keputusan ini merupakan langkah proaktif pemerintah untuk meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah berbagai pertimbangan makroekonomi yang berlaku saat ini. Kebijakan ini berlaku untuk pelanggan non-subsidi maupun pelanggan bersubsidi.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa penetapan tarif listrik yang stabil ini didasarkan pada ketentuan yang berlaku. Selain itu, pertimbangan utama adalah kondisi ekonomi yang sedang dihadapi oleh masyarakat luas.

"Masyarakat tidak perlu cemas, karena Pemerintah telah menetapkan tarif listrik periode triwulan II tahun 2026 tetap," ungkap Tri Winarno dalam keterangan resminya pada Selasa (17/3).

Tri Winarno menambahkan bahwa penetapan ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang momen penting seperti Hari Raya Idulfitri. Hal ini setelah dilakukan perhitungan mendalam terhadap berbagai parameter ekonomi makro yang relevan.

"Penetapan ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat jelang Hari Raya Idulfitri, setelah dilakukan perhitungan terhadap berbagai parameter ekonomi makro," ujar Tri Winarno.

Lebih lanjut, pemerintah juga menyampaikan apresiasi sekaligus himbauan kepada seluruh lapisan masyarakat terkait penggunaan energi. Pemerintah mendorong kesadaran akan efisiensi dalam konsumsi listrik.

"Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan listrik secara efisien dan bijak sebagai bagian dari upaya bersama dalam mendukung ketahanan energi nasional," imbuhnya.

Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024, evaluasi penyesuaian tarif tenaga listrik untuk 13 golongan pelanggan non-subsidi memang dilakukan secara periodik setiap tiga bulan. Evaluasi ini bergantung pada dinamika parameter ekonomi makro.