KABARWARTA.ID - Provinsi Jawa Barat terus menunjukkan daya tarik yang kuat bagi para pelancong, terutama selama periode libur Hari Raya Idul Fitri. Beragam pilihan destinasi mulai dari wisata religi, keindahan bahari, hingga rekreasi keluarga menjadi magnet utama bagi masyarakat.

Data terbaru menunjukkan adanya lonjakan kunjungan yang cukup signifikan di berbagai titik wisata unggulan. Peningkatan jumlah wisatawan ini biasanya mulai terlihat sejak tiga hari sebelum hingga tiga hari setelah perayaan Lebaran.

Berdasarkan catatan statistik, jumlah wisatawan pada tahun 2024 mencapai 204.880 orang. Angka ini kemudian mengalami kenaikan yang pesat menjadi 369.526 orang pada periode tahun 2025, sebagaimana dilansir dari Cantika.

Masjid Raya Al Jabbar di Bandung berhasil menempati urutan pertama sebagai destinasi yang paling banyak dikunjungi selama libur Lebaran 2025. Dengan total 362.021 pengunjung, rumah ibadah ikonik ini melampaui popularitas Pantai Pangandaran yang mencatat 254.704 wisatawan.

Secara akumulatif, pergerakan wisatawan di seluruh wilayah Jawa Barat sepanjang tahun 2025 menyentuh angka 211,7 juta perjalanan. Capaian impresif tersebut menempatkan Jawa Barat di posisi kedua secara nasional, tepat di bawah Provinsi Jawa Timur.

Namun, di balik tingginya angka kunjungan, terdapat sebuah paradoks terkait durasi tinggal para wisatawan di Jawa Barat. Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan di sektor pariwisata.

"Banyak yang berkunjung ke Jawa Barat tetapi masa tinggalnya hanya 1,4 malam, padahal biasanya bisa lebih dari 2,5 malam," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Iendra Sofyan, pada Kamis, 12 Maret 2026.

Iendra Sofyan mengidentifikasi dua faktor utama yang menyebabkan singkatnya durasi kunjungan tersebut. Pertama adalah masih minimnya penyebaran informasi mengenai daya tarik wisata, dan kedua adalah kemudahan akses transportasi antarprovinsi.

"Dalam waktu seminggu, wisatawan bahkan bisa berkunjung ke empat provinsi di Pulau Jawa," ujar Iendra Sofyan saat menjelaskan dampak infrastruktur transportasi yang mempermudah mobilisasi wisatawan.