KABARWARTA.ID - Momen perayaan Hari Raya Idulfitri beberapa waktu lalu sempat memberikan tantangan signifikan bagi infrastruktur pengelolaan sampah di Kota Bandung. Dampak langsung dari lonjakan volume limbah rumah tangga menyebabkan gangguan pada alur pembuangan rutin.
Ketidaklancaran ini terjadi karena adanya penghentian sementara operasional pembuangan sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Situasi ini mengakibatkan penumpukan sampah yang terlihat di berbagai titik strategis di wilayah kota.
Namun, kini situasi darurat sampah tersebut dilaporkan telah berhasil diatasi secara bertahap. Pemerintah Kota Bandung mengklaim bahwa upaya penanggulangan mobilisasi sampah pasca-libur panjang telah menunjukkan hasil positif.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, menjadi pihak yang memberikan konfirmasi mengenai pemulihan sistem ini. Ia memastikan bahwa aktivitas pengangkutan limbah kini telah kembali berjalan sesuai prosedur normal.
Proses pengiriman tumpukan sampah yang sempat tertahan kini dialihkan kembali ke TPA Sarimukti. Langkah ini diambil untuk memastikan kebersihan kota dapat segera dipulihkan sepenuhnya pasca-libur panjang.
Darto menekankan bahwa pemulihan ini merupakan hasil kerja keras petugas kebersihan yang bergerak cepat menangani volume sampah Lebaran. Pembersihan dilakukan secara intensif di area-area yang terdampak penumpukan.
"Penanganan sampah di sejumlah titik kini berangsur menuju kondisi normal," kata Darto, Senin (23/3/2026). Pernyataan ini mengindikasikan bahwa puncak krisis penanganan sampah telah terlewati.
Meskipun kondisi telah membaik, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini penting untuk mencegah terulangnya penumpukan sampah yang signifikan di kemudian hari.
Upaya pemantauan ketat dari DLH akan terus dilakukan hingga seluruh area dipastikan bebas dari sisa-sisa penumpukan sampah Lebaran. Pemulihan total menjadi target utama dalam beberapa hari ke depan.