KABARWARTA.ID - Kondisi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) masih menyelimuti seluruh jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell hingga Rabu, 25 Maret 2026. Situasi ini dilaporkan telah berlangsung sejak awal tahun 2026, yang mengakibatkan kekosongan stok secara menyeluruh di berbagai wilayah.
Berdasarkan pantauan data terkini, tidak ada satu pun jenis bahan bakar yang tersedia untuk konsumen di lapangan. Fenomena ini mencakup seluruh titik operasional perusahaan swasta asal Belanda tersebut yang tersebar di Indonesia.
Informasi mengenai ketersediaan produk ini senantiasa diperbarui oleh pihak perusahaan melalui kanal digital resmi mereka secara berkala. Dilansir dari CNN Indonesia, hingga pukul 06.50 WIB hari ini, status ketersediaan di seluruh titik SPBU masih menunjukkan angka nol.
Seluruh varian produk mulai dari Shell Super, Shell V-Power, hingga Shell V-Power Nitro+ tercatat tidak tersedia bagi para pengendara. Hal yang sama juga terjadi pada stok Shell V-Power Diesel yang biasanya menjadi pilihan utama bagi pengguna kendaraan bermesin diesel.
"Produk bahan bakar minyak (BBM) Shell saat ini tidak tersedia dan kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para pelanggan," tulis manajemen Shell dalam pernyataan resminya.
Pihak manajemen saat ini tengah berupaya keras untuk mengatasi kendala pasokan tersebut dengan menjalin komunikasi intensif bersama otoritas terkait. Fokus utama perusahaan adalah memastikan pengadaan bahan bakar dapat kembali berjalan normal pada tahun berjalan.
"Kami terus melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM untuk tahun 2026 sesuai dengan tata laksana yang berlaku," kata pihak manajemen Shell.
Meski area pengisian bahan bakar tampak lengang tanpa aktivitas pengisian bensin, kompleks SPBU Shell dipastikan tetap membuka pintu bagi masyarakat. Perusahaan masih mengoperasikan berbagai fasilitas penunjang untuk memenuhi kebutuhan harian pelanggan.
Layanan seperti toko ritel Shell Select, gerai makanan deli2go, hingga fasilitas bengkel dilaporkan tetap melayani pengunjung seperti biasa. Selain itu, bagi pemilik kendaraan listrik, fasilitas pengisian daya Shell Recharge juga masih dapat diakses dengan normal.