KABARWARTA.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan adanya inisiatif efisiensi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dapat menghemat anggaran negara hingga Rp40 triliun dalam setahun. Informasi ini disampaikan dalam sebuah sesi press briefing di kompleks Kementerian Keuangan pada Rabu (25/3).
Penghematan signifikan tersebut, menurut Purbaya, merupakan hasil usulan internal dari Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai pengurangan frekuensi penyaluran bantuan gizi tersebut. Skema yang diajukan adalah membatasi penyaluran hanya pada hari kerja.
Purbaya menjelaskan bahwa usulan tersebut berfokus pada pengurangan hari operasional program yang menyentuh kebutuhan gizi masyarakat. Salah satu skema yang dipertimbangkan adalah menghentikan penyaluran MBG setiap hari Sabtu.
"Jadi ada efisiensi juga dari MBG. Jadi ada kan pengurangan cukup banyak tuh, yang dia bilang saja Rp40 triliun hitungan pertama kasar, tapi bisa lebih. Tapi bukan saya motong ya. Memang dia melakukan sendiri karena dia (BGN) bilang masih bisa ada efisiensi," kata Purbaya dalam press briefing di kompleks Kementerian Keuangan, Rabu (25/3).
Jika skema ini diterapkan, di mana program hanya berjalan lima hari dalam sepekan, potensi penghematan kas negara diperkirakan mencapai angka fantastis yakni Rp40 triliun per tahun. Hal ini menunjukkan adanya langkah proaktif dari BGN untuk mencari ruang fiskal.
Meskipun angka tersebut cukup besar, Purbaya menegaskan bahwa rencana ini masih berstatus usulan dan belum ada keputusan final yang diambil oleh pemerintah pusat. Ia juga belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai mekanisme implementasi jika usulan tersebut disetujui.
"Nggak tahu dimulai apa belum, tapi dia ngomong seperti itu," ujarnya merujuk pada informasi yang ia terima dari BGN mengenai usulan pemangkasan tersebut.
Lebih lanjut, Purbaya mengindikasikan bahwa pengumuman resmi mengenai kebijakan ini akan disampaikan langsung oleh Kepala BGN setelah melalui serangkaian pembahasan internal lebih mendalam dengan pihak pemerintah.
Potensi efisiensi dari program MBG ini belum termasuk dengan rencana penghematan belanja negara sebesar Rp80 triliun yang sebelumnya telah diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara. Pemerintah kini berupaya menekan belanja secara menyeluruh.