KABARWARTA.ID - Suasana tenang di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) mendadak berubah suram pada hari-hari terakhir Maret 2026. Area konservasi yang biasanya ramai oleh kunjungan wisatawan kini diselimuti berita duka yang memilukan.
Duka cita mendalam dirasakan oleh seluruh staf dan pengelola pusat konservasi satwa tersebut. Penyebab kesedihan ini adalah meninggalnya dua ekor anak harimau Benggala yang sangat menggemaskan.
Dua satwa muda tersebut, yang diberi nama Huru dan Hara, dinyatakan tutup usia setelah terjangkit virus mematikan yang dikenal sebagai panleukopenia. Virus ini diketahui memiliki tingkat mortalitas yang sangat tinggi pada populasi kucing.
Misteri Aliran Air Mati di Sukabumi Terpecahkan: Ternyata Biang Keladinya Hewan Reptil Terjepit
Pihak manajemen menduga kuat bahwa sumber penularan virus mematikan tersebut berasal dari induk mereka sendiri. Dugaan ini muncul karena penularan terjadi pada anak-anak harimau yang masih dalam perawatan intensif.
Huru dan Hara merupakan keturunan dari pasangan harimau Benggala yang terkenal di kebun binatang itu. Induk jantan bernama Shah Rukh Khan (berusia 22 tahun) dan induk betina bernama Jelita (berusia 4,5 tahun).
Kelahiran dua anak harimau ini merupakan momen bahagia bagi Bandung Zoo, terjadi pada tanggal 12 Juli 2025. Namun, takdir berkata lain bagi kedua nyawa muda tersebut dalam waktu kurang dari setahun.
Tragedi ini terjadi secara beruntun dalam rentang waktu beberapa hari di akhir Maret 2026. Hara dilaporkan meninggal dunia terlebih dahulu pada hari Selasa, 24 Maret 2026.
Selang dua hari kemudian, kabar menyusul datang dari saudaranya, Huru, yang juga tidak berhasil diselamatkan. Kematian Huru terjadi pada hari Kamis, 26 Maret 2026, melengkapi kesedihan manajemen.
"Langit siang itu di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo tiba-tiba berubah menjadi kelabu," menggambarkan atmosfer kesedihan yang menyelimuti lokasi konservasi tersebut.