KABARWARTA.ID - Keluarnya dua anak harimau Benggala dari koleksi Bandung Zoo telah meninggalkan kesedihan mendalam di kalangan keeper dan pengelola kebun binatang. Kematian satwa yang masih sangat muda ini menjadi pukulan berat bagi institusi konservasi tersebut.
Dua individu harimau yang dimaksud adalah Huru dan Hara, yang sama-sama menghembuskan napas terakhir dalam rentang waktu yang berdekatan. Penyebab utama dari kematian tragis ini diidentifikasi sebagai infeksi virus panleukopenia yang sangat agresif.
Hara tercatat sebagai yang pertama meninggal dunia pada hari Selasa, 24 Maret lalu. Kematiannya mengejutkan pihak kebun binatang karena kondisinya yang sempat dipantau secara intensif oleh tim medis.
Selang dua hari kemudian, saudaranya, Huru, menyusul kepergian Hara pada hari Kamis, 26 Maret. Meskipun telah mendapatkan penanganan medis yang intensif, nyawa Huru tidak tertolong.
Fakta mengejutkan adalah bahwa Huru sempat menunjukkan perkembangan positif, di mana ia dinyatakan telah berhasil melewati fase kritis selama 72 jam. Namun, upaya penyelamatan tersebut sayangnya tidak membuahkan hasil permanen.
Huru dan Hara merupakan tambahan koleksi yang sangat berharga bagi Bandung Zoo karena statusnya sebagai keturunan dari pasangan induk Shah Rukh Khan (22) dan Jelita (4,5). Kedua anakan harimau ini baru saja menginjak usia 8 bulan.
Mereka lahir pada tanggal 12 Juli 2025, yang menandakan bahwa kematian mereka terjadi ketika mereka masih dalam masa pertumbuhan yang sangat rentan terhadap penyakit. Kedua anakan harimau ini adalah aset penting bagi upaya pelestarian spesies Benggala.
Kejadian ini menjadi pengingat penting mengenai kerentanan satwa muda terhadap serangan virus, bahkan di lingkungan yang terpantau ketat seperti kebun binatang. Perlu adanya evaluasi mendalam terhadap protokol kesehatan satwa.
"Kematian Huru dan Hara di Kebun Binatang Bandung menyisakan duka mendalam," demikian disampaikan oleh pihak pengelola kebun binatang sebagai respons atas tragedi tersebut. Hal ini menggarisbawahi dampak emosional dari kehilangan satwa.