KABARWARTA.ID - Kematian dua anak harimau Benggala, yang diberi nama Huru dan Hara, di lingkungan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) telah menimbulkan gelombang keprihatinan publik dan perhatian serius dari tokoh nasional. Kejadian ini menjadi sorotan tajam mengingat reputasi kebun binatang tersebut.

Isu kesejahteraan satwa di Bandung Zoo menjadi semakin mendesak menyusul adanya konflik internal terkait tata kelola yang dilaporkan berkepanjangan. Kondisi ini dinilai berpotensi mengancam keberlangsungan hidup satwa lainnya jika tidak segera ditangani.

Di tengah situasi ini, mantan Presiden Republik Indonesia kelima yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengambil langkah tegas. Beliau secara khusus memberikan arahan kepada jajaran partainya di tingkat daerah.

Ketua Umum PDIP tersebut dilaporkan telah mengeluarkan instruksi spesifik kepada seluruh jajaran tiga pilar PDI Perjuangan yang berada di wilayah Jawa Barat. Langkah ini diambil sebagai upaya intervensi politik demi mencari jalan keluar atas permasalahan yang melanda kebun binatang tersebut.

Tujuan utama dari instruksi ini adalah memastikan bahwa konflik struktural dalam manajemen Bandung Zoo tidak lagi berdampak negatif pada nasib dan kesejahteraan hewan-hewan yang berada di bawah pengelolaannya. Fokus utama diarahkan pada aspek konservasi dan perawatan satwa.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, mengonfirmasi adanya instruksi langsung dari Ketua Umum partai. Beliau menyampaikan hal ini kepada publik pada hari Senin, 30 Maret 2026, menggarisbawahi keseriusan arahan tersebut.

"Ibu Ketua Umum secara khusus memberikan arahan dan instruksi khusus agar konflik Bandung Zoo yang berkepanjangan tidak mengorbankan kesejahteraan hewan-hewan," kata Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono, Senin (30/3/2026).

Instruksi ini menggarisbawahi peran aktif partai politik dalam isu-isu sosial dan lingkungan yang menyentuh kepentingan publik, terutama setelah adanya insiden signifikan seperti kematian satwa langka tersebut. Kader diminta bergerak cepat merumuskan solusi konkret.

Dengan keterlibatan tiga pilar partai di Jawa Barat, diharapkan adanya sinergi antara kapasitas politik dan teknis untuk mendesak perbaikan tata kelola Bandung Zoo. Hal ini diharapkan dapat menjadi titik balik bagi peningkatan standar perawatan satwa di sana.