KABARWARTA.ID - Masyarakat Jawa Barat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan tinggi terhadap potensi bencana alam yang akan datang. Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, secara khusus menyampaikan peringatan mengenai risiko bencana hidrometeorologi dan kekeringan panjang.
Peringatan ini disampaikan menyusul serangkaian kejadian cuaca ekstrem yang telah melanda wilayah Bandung Raya dalam sepekan terakhir. Fenomena alam ini menjadi indikasi kuat bahwa kondisi atmosfer masih sangat rentan terhadap perubahan drastis.
Bukti nyata dari potensi cuaca ekstrem ini terlihat dari berbagai insiden yang terjadi di beberapa daerah. Wilayah Cimahi dan Bandung Barat sempat diguncang hujan es, sementara Kota Bandung mengalami rentetan pohon tumbang.
Selain itu, laporan mengenai fenomena puting beliung juga sempat mencuat dari wilayah Kabupaten Bandung. Kejadian-kejadian ini menunjukkan bahwa potensi bencana hidrometeorologi masih sangat aktif mengintai dalam waktu dekat.
Erwan Setiawan menekankan pentingnya antisipasi dini terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu ini. Ia mengingatkan bahwa curah hujan masih diprediksi cukup tinggi dalam periode waktu yang singkat ke depan.
Mengenai antisipasi untuk jangka menengah, Wakil Gubernur juga menyoroti ancaman yang akan menyusul setelah periode hujan reda. "Setelah itu ada potensi bencana kekeringan di kemarau panjang," kata Erwan Setiawan.
Pernyataan peringatan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur saat ditemui di Cisarua pada hari Selasa, 31 Maret 2026. Penekanan pada dua jenis bencana ini bertujuan agar masyarakat dapat mempersiapkan diri secara komprehensif.
"Saya minta masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem sepekan ini, curah hujan sedang tinggi kan. Setelah itu ada potensi bencana kekeringan di kemarau panjang," kata Erwan Setiawan.
Pesan ini diharapkan menjadi panduan bagi seluruh elemen masyarakat Jawa Barat untuk mengambil langkah mitigasi yang diperlukan, baik untuk menghadapi potensi badai maupun menghadapi kemarau yang akan datang.