KABARWARTA.ID - Lini masa media sosial di wilayah Ciamis baru-baru ini digemparkan dengan beredarnya sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi kejar-kejaran di jalan raya. Rekaman tersebut dengan cepat menarik perhatian publik karena menunjukkan intensitas emosi yang memuncak dari seorang pemuda terhadap pengendara mobil.
Insiden dramatis ini, sebagaimana terekam dalam unggahan yang tersebar luas, bermula ketika pemuda tersebut secara tiba-tiba menghentikan laju mobil yang melintas di depannya. Eskalasi ketegangan terlihat jelas saat emosi pemuda itu dilaporkan meledak tanpa kendali di pinggir jalan.
Dari hasil penelusuran lebih lanjut, dipastikan bahwa peristiwa ini terjadi di wilayah Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis. Kejadian spesifik ini tercatat berlangsung pada hari Jumat, tepatnya tanggal 27 Maret tahun ini.
Diduga kuat, pemuda yang memulai konfrontasi tersebut merasa tersulut emosinya karena menduga pengemudi mobil yang dihentikannya tersebut tengah melakukan perjalanan mudik. Perkiraan waktu kejadian ini bertepatan dengan periode menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
Setelah berhasil mengejar dan menghentikan mobil yang dicurigai, pemuda tersebut dilaporkan langsung meluapkan segala kekesalannya. Situasi ini semakin dramatis karena momen luapan amarah tersebut turut direkam oleh salah satu penumpang yang berada di dalam kendaraan.
Puncak dari kemarahan tersebut terekam ketika pemuda itu turun dari lokasi kejaran dan langsung menuju mobil sasaran. Ia kemudian dilaporkan bertindak merusak bagian mobil tersebut secara fisik.
"Pemuda itu turun dan tiba-tiba memukul spion mobil hingga pecah sambil marah-marah," mengisahkan kronologi kejadian tersebut, yang dilansir dari kesaksian yang tersebar melalui rekaman video.
Kejadian yang sempat memicu kegaduhan di media sosial ini akhirnya mendapatkan titik terang. Setelah insiden perusakan tersebut, proses mediasi dilakukan di tempat kejadian perkara.
Proses penyelesaian konflik ini dikabarkan berakhir dengan baik, di mana kedua belah pihak yang terlibat sepakat untuk saling memaafkan. Hal ini menandai berakhirnya ketegangan yang sempat viral di dunia maya Ciamis.