KABARWARTA.ID - Momen arus mudik Lebaran tahun 2026 di wilayah Jawa Barat mencatatkan hasil yang sangat positif dalam hal keselamatan berkendara. Polda Jabar mengumumkan penurunan tajam dalam jumlah insiden kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama periode Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Operasi Ketupat Lodaya 2026 sendiri berlangsung selama dua pekan, terhitung mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Pencapaian ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam mitigasi risiko kecelakaan dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut data resmi yang dirilis oleh Polda Jabar, total kejadian kecelakaan lalu lintas mengalami penyusutan drastis. Jika pada tahun 2025 tercatat sebanyak 383 kejadian, angka tersebut berhasil ditekan hingga hanya mencapai 93 kejadian di tahun 2026.
Fokus utama keberhasilan ini terlihat jelas pada penurunan angka fatalitas atau korban meninggal dunia. Polda Jabar mengklaim telah berhasil menekan angka kematian yang sangat memprihatinkan selama masa angkutan Lebaran tersebut.
Rincian data menunjukkan bahwa pada tahun 2025, tercatat ada 121 orang meninggal dunia akibat laka lantas selama periode mudik. Sementara itu, pada periode yang sama di tahun 2026, angka korban jiwa berhasil ditekan hingga hanya 13 orang.
"Angka korban meninggal dunia pada 2025 mencapai 121 orang, sedangkan pada 2026 tercatat 13 orang," ujar Perwakilan Polda Jabar, menggarisbawahi penurunan dramatis dalam fatalitas.
Selain korban jiwa, data juga menunjukkan perbaikan pada kasus kecelakaan dengan korban luka berat. Pada tahun 2025, terdapat 63 korban luka berat, namun angka tersebut turun menjadi 34 korban pada tahun 2026.
Korban luka ringan pun menunjukkan tren penurunan yang signifikan, yang mengindikasikan tingkat keparahan insiden juga berkurang. Tercatat 434 korban luka ringan pada 2025, menyusut menjadi hanya 131 korban di tahun 2026.
Dari sisi kerugian material, penurunan juga terlihat jelas, mencerminkan dampak ekonomi yang lebih ringan dari setiap insiden. Pada tahun 2025, total kerugian ditaksir mencapai Rp695.750.000.