KABARWARTA.ID - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus mengintensifkan program pemberdayaan sosialnya, kini merambah ranah generasi muda melalui kolaborasi dengan dunia olahraga. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah melalui program Coaching Clinic Goes to School yang menyasar siswa tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Inisiatif ini baru-baru ini dilaksanakan di SMTK Malinggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan serupa. Sebelumnya, program serupa telah sukses digelar di beberapa kota besar seperti Tangerang, Jakarta, dan Malang, menunjukkan komitmen berkelanjutan PNM.
Dalam sesi pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan bimbingan langsung dari pelatih Tim Nasional Futsal Indonesia. Materi yang disampaikan tidak hanya terbatas pada aspek teknis permainan futsal, melainkan juga mencakup pembentukan mentalitas bertanding yang kuat.
Lebih dari sekadar pelatihan fisik, acara ini juga dimanfaatkan PNM untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai peran vital perusahaan dalam ekosistem pemberdayaan ekonomi ultra mikro di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memperluas wawasan para siswa mengenai kontribusi sosial.
Salah satu peserta mengungkapkan dampak positif dari kegiatan tersebut terhadap perspektif kariernya di masa depan. "Awalnya aku cuma mau ikut latihan futsal, tapi ternyata jadi tahu juga tentang peran PNM di Indonesia, keren banget ternyata," ujar salah seorang siswa.
Pemahaman baru ini mendorong siswa tersebut untuk mempertimbangkan jalur karier di PNM, menyadari adanya peluang kerja yang sejalan dengan misi pemberdayaan. "Jadi makin kebuka pikirannya, dan semoga suatu saat bisa punya kesempatan untuk kerja di PNM juga," tambahnya.
Keinginan siswa tersebut disambut baik oleh PNM, yang memang membuka peluang bagi lulusan sekolah menengah untuk bergabung, khususnya sebagai Account Officer (AO). Posisi AO ini merupakan garda terdepan perusahaan dalam mendampingi masyarakat prasejahtera di lapangan.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menjelaskan bahwa pendekatan melalui olahraga ini adalah strategi untuk mengarahkan energi besar generasi muda ke arah yang produktif sejak dini. "Kami melihat bahwa generasi muda memiliki potensi besar yang perlu didukung sejak dini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3).
Dodot Patria Ary melanjutkan bahwa kegiatan ini berfungsi sebagai ruang belajar yang memperkenalkan kesempatan bagi generasi muda. "Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membuka ruang belajar sekaligus memperkenalkan peluang bagi mereka untuk turut berperan dalam proses pemberdayaan," ujar Dodot Patria Ary.