KABARWARTA.ID - Suasana pagi di Pantai Timur Pangandaran berubah mencekam setelah seorang remaja dilaporkan hilang secara misterius. Insiden memilukan ini terjadi saat korban tengah menikmati waktu luang bersama rekan-rekannya di pesisir pantai.

Peristiwa yang menggegerkan warga setempat ini berlangsung pada Jumat (27/3/2024) sekitar pukul 08.30 WIB. Korban diketahui merupakan seorang siswa yang tengah menempuh pendidikan di salah satu SMP di Kabupaten Pangandaran.

Kejadian bermula saat tiga orang pelajar, yakni Lutfi, Yahdi, dan Azzam, sedang asyik bermain bola. Mereka memilih area di pesisir pantai timur, tepatnya di sekitar kawasan pelabuhan PPI Cikidang sebagai lokasi bermain.

Namun, keceriaan tersebut berubah menjadi musibah saat salah satu dari mereka terseret ombak yang datang secara tiba-tiba. Berniat untuk menolong temannya yang dalam bahaya, korban justru ikut terbawa arus laut yang cukup kuat hingga ke tengah.

"Korban yang merupakan siswa salah satu SMP di Pangandaran hingga kini masih dalam proses pencarian intensif oleh Tim SAR Gabungan," dilansir dari laporan tertulis mengenai insiden tersebut.

Tim SAR Gabungan segera dikerahkan ke lokasi kejadian sesaat setelah menerima laporan mengenai adanya orang yang tenggelam. Personel terus melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai guna menemukan tanda-tanda keberadaan korban yang hilang.

Hingga saat ini, upaya pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur penyelamat dari berbagai instansi terkait. Petugas menghadapi tantangan kondisi laut saat mencoba menjangkau titik-titik yang dicurigai sebagai lokasi korban terseret.

Area di sekitar pelabuhan PPI Cikidang kini menjadi pusat perhatian tim pencari dalam operasi penyelamatan darurat ini. Pihak berwenang berharap korban dapat segera ditemukan meskipun tim di lapangan harus berpacu dengan waktu dan kondisi alam.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pengunjung pantai untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca dan arus laut yang tidak menentu. Kewaspadaan ekstra sangat diperlukan, terutama saat beraktivitas di area yang berbatasan langsung dengan laut lepas.