KABARWARTA.ID - Memasuki periode libur panjang, jalur utama menuju destinasi wisata populer di kawasan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mulai menunjukkan kepadatan signifikan sejak Senin pagi hari. Antrean kendaraan terlihat mengular panjang, menandakan tingginya minat masyarakat untuk berwisata ke wilayah selatan Sukabumi.

Kepadatan ini menciptakan perlambatan berarti pada laju kendaraan di beberapa titik krusial sepanjang jalur utama tersebut. Para pengendara diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi area-area yang dikenal sebagai simpul kemacetan.

Titik-titik perlambatan lalu lintas terpantau jelas di beberapa persimpangan penting, khususnya mulai dari area pintu keluar (Exit) Tol Parungkuda. Area ini menjadi gerbang utama bagi kendaraan yang hendak mengarah ke kawasan wisata di bagian selatan kabupaten.

Kondisi ini juga tampak mempengaruhi akses menuju Simpang Cikidang, salah satu persimpangan strategis yang menjadi penentu arah menuju destinasi utama. Volume kendaraan yang tinggi menjadi faktor utama penyebab tersendatnya pergerakan mobil dan motor.

Menanggapi situasi ini, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Sukabumi, AKP Abdurrahman Hidayat, memberikan keterangan mengenai kondisi terkini di lapangan. Pihak kepolisian telah melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan arus.

Menurut pengamatan di lokasi, AKP Abdurrahman Hidayat menyampaikan bahwa arus lalu lintas di sekitar Exit Tol Parungkuda terpantau sangat padat. Volume kendaraan yang melonjak memang memaksa laju kendaraan untuk bergerak lebih lambat dari biasanya.

"Terpantau di belakang kami dari Exit Tol Parung Kuda untuk arus lalu lintas ramai lancar, namun roda tetap berputar," ujar Hidayat kepada detikJabar di lokasi, Senin (23/3/2026).

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa meskipun terjadi kepadatan, pergerakan kendaraan masih terus berlangsung, meskipun dengan kecepatan yang menurun drastis. Situasi "ramai lancar" ini seringkali menjadi penanda awal kemacetan panjang jika tidak diantisipasi.

Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas kepolisian dalam mengatur dan mengurai kepadatan agar mobilitas wisatawan tidak terhambat secara total. Pengendalian lalu lintas menjadi prioritas utama selama periode peningkatan volume kendaraan ini.